News

Motif Pembakaran Kyoto Animation : Alasannya Bikin Bergidik!

Beberapa pekan lalu industri anime dikejutkan dengan tragedi kebakaran studio Kyoto Animation yang merengget 34 nyawa dan banyak korban luka-luka. Lebih tragisnya lagi, insiden ini ternyata disebabkan oleh ulah dari orang luar yang nekat membakar studio tersebut. Hilangnya nyawa dari para talenta berbakat hingga asset perusahaan membuat Kyoto Animation berada dalam krisis besar, namun dukungan dari fans serta pengumpulan donasi besar-besaran perlahan mulai memulihkan kondisi perusahaan serta keluarga korban.

Pihak Kyoto Animation kebetulan memberikan update terbaru mengenai status mereka saat ini serta informasi mengenai sang pelaku dan apa motif dari kejahatannya tersebut. Laporan yang kemudian dirangkum oleh media Japan Times mengungkapkan kalau sang pelaku, Shinji Aoba, pernah mengikutsertakan novelnya dalam salah satu kontes yang diadakan Kyoto Animation beberapa tahun lalu. Kontes ini biasanya diadakan studio tersebut secara publik untuk mencari karya novel terbaik yang kemudian bisa diadaptasi menjadi anime.

Karena Aoba tidak lagi mendengar nasib dari karyanya tersebut apakah lolos atau tidak, dia menganggap kalau Kyoto Animation telah mencuri novelnya tersebut. Daisuke Okeda yang merupakan pengajara yang mewakili Kyoto Animation mengatakan kalau karya dari Aoba sama sekali tidak digunakan pada proyek apapun. Setelah ditelusuri lebih lanjut dari data yang disimpan pihak studio, diketahui kalau ternyata karya dari Aoba tidak lolos di tahap awal pada konten yang pernah diikutinya.

Motif dari sang pelaku ini memang sangat sepele dan sama sekali bukan kesalahan dari pihak Kyoto Animation. Namun jika sudah berhubungan dengan orang yang memiliki kondisi kejiwaan atau mental yang berat, kejadian tidak terduga bisa terjadi kapan saja dan dapat membawa dampak yang besar pula. Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi orang-orang yang sering merasakan stress atau depresi, dan agar mereka mau merubah diri dan terus berusaha memperbaiki hidupnya dengan kerja keras.

Categories: News