Anime

Violet Evergarden – Eternity and Auto Memory Dolls, Sebuah Anime yang Ajarkan Rasa Kemanusiaan

Violet Evergarden – Eternity and Auto Memory Dolls adalah film anime yang diadaptasi dari novel dan juga serial tv anime. Novelnya sendiri ditulis oleh Kana Akatsuki dan terdiri dari 3 volume dan dari cerita novel tersebut kemudian dibuatlah serial animenya.

Serial animenya sendiri yang dibuat oleh studio Kyoto Animation terdiri dari 13 episode dan mulai ditayangkan di Jepang pada tahun 2018 yang lalu. Sementara itu penggemar anime internasional dapat menyaksikan anime Violet Evergarden di Netflix karena layanan streaming asal Amerika Serikat ini memegang lisensi streaming internasionalnya.

Image result for Violet Evergarden – Eternity and Auto Memory Dolls

Violet Evergarden merupakan anime yang sangat popular dan memenangkan banyak perhargaan diantaranya adalah pada acara 5th Kyoto Animation Award, manganya berhasil mendapatkan penghargaan dalam kategori Best Novel, Best Scenario dan Best Manga. Dan juga berhasil menyabet penghargaan Best Animation pada ajang Crunchyroll Anime Awards di 2019 yang lalu.

Image result for Violet Evergarden – Eternity and Auto Memory Dolls

Kita bahas sedikit dari karakter utamanya ini. Violet sendiri sebenarnya adalah gadis yang tumbuh besar sebagai ‘senjata perang’. Ia tidak mengetahui cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia. Violet juga tidak tahu untuk mengekspresikan diri dan boleh dibilang juga tidak tahu sifat-sifat emosi. Sampai ia akhirnya bertemu dengan komandan Gilbert Bouganvillae, yang memperlakukan dirinya layaknya seorang gadis cilik dan berusaha mengenalkannya pada hal-hal yang bersifat manusiawi.

Gilbert merupakan karakter yang menjadi awal harapan dari Violet untuk menggunakan perasaannya. Para penggemar anime sendiri kadang-kadang masih suka salah paham tentang karakter Violet itu sendiri dan menyangka bahwa karakter Violet adalah Cyborg. Nyatanya adalah Violet merupakan seorang manusia, ia harus bernafas, ia bisa makan dan juga berdarah saat terluka. Tangan besinya ia dapatkan sebagai pengganti kedua lengannya yang hilang saat perang. Violet juga tidak memiliki emosi karena ia tumbuh dalam dunia militer tanpa kasih sayang dan juga orang tua.

Di sini kita akan dapat melihat bagaimana Violet mengalami perkembangan dalam karakternya bagaimana ia membawa dirinya dan berempati dengan orang lain sepanjang cerita. Dan juga bagaimana di sini kita menyaksikan Violet belajar tentang arti dari persahabatan dan persaudaraan.

Anime ini memiliki desain anatomi karakter yang realitis dan enak dipandang mata. Dan juga berbagai detail latar dan karakter dengan bangunan klasik dan pakaian-pakaian bercirikan era Victorian di Eropa. Dengan visual khas Kyoto Animation yang detil dan pilihan tone warna yang sebagian besar bernuansa lembut dan menimbulkan kesan hangat. Tapi sayangnya ada beberapa bagian cerita yang seperti terputus-putus terutama pada bagian peralihan antara cerita dari sisi Isabella ke bagian cerita dari sisi Taylor. Tapi secara keseluruhan cerita yang ditampilkan film ini cukup untuk menyentuh hati dan mempunyai pesonanya tersendiri.