Anime

Jepang Jual Parfum Aroma Tubuh Gadis SMA, Ini Yang Terjadi ‘When You Nuke A Country Twice’

Sudah jadi rahasia umum kalau banyak lelaki Jepang yang punya fetish joshi kosei (JK) alias siswi sekolah.

“JK” menjadi bisnis yang sangat menguntungkan di Negeri Sakura. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak pegiat usaha yang menawarkan layanan bertema anak sekolahan — mulai dari kafe tematik, tukang pijat perempuan berseragam sekolah, hingga tren buru sera atau menjual pakaian siswi yang belum dicuci.

Dikutip dari Vice.com Baru-baru ini, seorang warganet asal Jepang memamerkan penemuan anehnya di Twitter. Dia membeli pengharum beraroma ‘tubuh siswi sekolah’. Deskripsi pada kotak pengharum berbunyi, “Memiliki aroma kayak habis ketumpangan siswi sekolah di mobil.”

Menurut Sora News, ibu pengguna Twitter tersebut benar-benar mengira putranya habis mengantarkan gadis remaja. “Pengharumnya sebagus itu berarti,” tulisnya.

Memangnya bau tubuh siswi sekolah kayak gimana, sih? Orang-orang yang membeli pengharum ini mengatakan, “ada aroma buah seperti parfum yang biasa dipakai perempuan.”

Percaya atau tidak, pengharum ini banyak diminati orang. “Mantul infonya! Aku juga habis beli,” seorang pengguna Twitter berkomentar.

“Kalau pengharumnya ditaruh di kamar, kira-kira rasanya kayak ada cewek yang menemaniku setiap saat ‘gak ya?” tanya lainnya.

https://platform.twitter.com/widgets.js

Pengguna Twitter itu membelinya di toko dewasa, tetapi juga tersedia di Amazon Japan seharga 1.760 yen (setara Rp219 ribu).

Benda-benda seperti ini tidak aneh di Jepang. Sebelumnya ada pengharum pakaian “beraroma dahi kucing”, dan “parfum virtual” yang aromanya mirip seperti karakter anime dan video game.

Masih banyak lainnya yang lebih liar. Pasalnya, ada saja lelaki Jepang yang tergila-gila dengan wewangian beraroma “handuk basah bekas perempuan mandi” atau sabun “beraroma perempuan muda”. Jangan lupa, ayam goreng beraroma “telapak kaki gadis remaja” atau “keringat perempuan” juga pernah ditawarkan. Kink mereka memang sespesifik itu.

Penemuan semacam ini dipengaruhi oleh subkultur otaku yang sudah sangat meresap di masyarakat. Otaku adalah istilah Jepang untuk menggambarkan para lelaki yang menarik diri dari kehidupan sosial dan tidak memiliki hubungan asmara. Anime dan manga adalah dua hal terpenting dalam hidup mereka, sehingga tidak mengherankan jika mereka terlalu “mencintai” tokoh perempuan 2D yang tidak realistis.

Categories: Anime, Mobile, Movie, News, PC, PS4, Switch, Xbox One